Senin, 27 April 2009

Penghematan Biaya Melalui MPS


Hewlett Packard, salah satu perusahaan skala dunia yang bergerak di bidang teknologi, hari ini bertempat di Mercantile Club, Wisma BCA lt 18 memperkenalkan teknologi, solusi, serta pilihan layanan dan dukungan bagi pelanggan enterprise. 

Agar dapat bertahan pada masa krisis yang berkepanjangan sekarang ini, perusahaan-perusahaan menjalankan sejumlah langkah-langkah strategis. Langkah seperti peningkatan sproses bisnis yang ada, mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan, serta meningkatkan efektifitas individu yang ada di kantor. 


Bagi perusahaan besar, biaya imaging dan printing terkadang memang tidak begitu terasa. Pada kenyataannya, biaya yang harus dikeluarkan perusahaan sebenarnya cukup besar. Dalam prakteknya kesalahan pada proses printing juga masih cukup banyak sehingga mengharuskan karyawan untuk melakukan print ulang. Bisa dibayangkan berapa banyak kertas yang terbuang dan juga waktu yang terpakai. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh HP melalui acara tersebut untuk mengatasi masalah tersebut adalah Hewlett Packard Managed Print Service (MPS).

Banyak kemudahan yang dapat diberikan melalui program HP MPS ini. Perusahaan yang menggunakan program ini sudah tidak perlu membeli peralatan lagi. Semua peralatan akan disediakan dari pihak HP. Bila terjadi kerusakan pada alat, perusahaan hanya perlu melaporkan hal tersebut pada HP dan mereka akan mengirimkan teknisi untuk memperbaiki alat yang rusak tersebut. 

Untuk biaya yang dikeluarkan, perusahaan hanya perlu membayar per halaman yang dicetak. Dokumen yang dicetak juga bisa diatur oleh manajer IT perusahaan tersebut, agar tidak terjadi penyalahgunaan printer oleh karyawan (terkadang karyawan gemar menggunakan printer untuk kepentingan pribadi). Dengan menggunakan program MPS, HP meyakini akan terjadi penghematan biaya hingga 30%.

Minggu, 26 April 2009

IBM Meluncurkan Server Berbasiskan Prosesor Intel Xeon 5500


23 April 2009 – IBM meluncurkan empat server yang berbasiskan prosesor Intel Xeon 5500 (biasa disebut Nehalem), yaitu IBM BladeCenter HS22, IBM System x3650 M2 dan x3550 M2 , dan yang terakhir adalah IBM System x iDataPlex dx360 M2. Keempat server dari IBM tersebut dipercaya dapat mengurangi biaya energi hingga 93 persen.

IBM BladeCenter HS22 hadir dengan socket ganda. Selain itu BladeCenter HS22 hadir dengan memori yang tiga kali lebih besar dari model sebelumnya. User dari anggota baru tipe Blade ini juga dapat mencapai rasio pengkonsolidasian 11 banding 1 ketika akan memigrasikan dari server lama ke BladeCenter HS22.

Salah satu kelebihan lain dari IBM BladeCenter HS22 adalah tidak adanya titik failure pada server ini. Terdapat dua buah konektor yang terhubung pada masing-masing DC yang dapat menciptakan redundancy power. Sedangkan untuk storage bay internal yang dimiliki server ini, memiliki kemampuan hot swap yang menawarkan SAS, SATA atau solid state option.

Sedangkan IBM System x3650 M2 dan x3550 M2 (M2 pada seri IBM ini artinya sudah memasuki generasi kedua) sebenarnya memiliki konfigurasi yang sama. Yang membedakan kedua server rak IBM ini terletak pada ukurannya saja, x3550 dengan ukuran 1U dan x3650 dengan ukuran 2U. Untuk kemampuan memory, kedua server ini dapat diupgrade hingga 96GB dan untuk kedepannya dapat diupgrade hingga 128GB.

IBM System x iDataPlex dx360 M2 merupakan pusat data yang dirancang bagi perusahaan yang membutuhkan performa tinggi, namun memiliki keterbatasan pada ruang penyimpanan. iDataPlex dx360 M2juga memiliki densitas komputasi lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan server rak 1U dan memiliki pendinginan hingga 70 persen lebih efisien dengan menggunakan feature Rear Door Heat Exchanger.